Jumat, 05 Mei 2017

Anies: Perjuanganku Seperti Jenderal Soedirman



Partai Amanat Nasional menggelar rapat evaluasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta di kantor DPP PAN di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu malam, 3 Mei 2017. Acara tersebut dihadiri Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Eep Saefullah, dan pasang gubernur terpilih Anies-Sandi.

Zulkifli dalam sambutannya mengatakan rapat evaluasi itu akan membicarakan rencana gambaran esok dan akan datang pasca terpilihnya Anies-Sandi sebagai pemimpin Jakarta. Pria yang tengah menjabat sebagai ketua MPR itu mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Anies-Sandi pada periode mendatang harus bisa lebih baik dari pada pemimpin Jakarta sebelumnya.

"PAN berpesan agar Anies dan Sandi harus suskes memimpin Jakarta. Harus lebih sukses dari kepemimpinan Ahok-Djarot," kata Zulkifli.

Bagi PAN, kemenangan Anies-Sandi memimpin Jakarta saat ini bukan hanya kemenangan beberapa golongan, tapi kemenangan masyarakat Jakarta dan rakyat Jakarta. Selain itu, ia juga mengingatkan agar selalu memantau kinerja Anies-Sandi.

"PAN tidak minta yang lain-lain, berbuatlah, berberprestasilah, melampaui gubernur yang kemarin," lanjutnya.

Sementara itu, bagi Anies, kemenangan yang diraihnya pada pilkada DKI Jakarta 2017 ini bukan hanya semata-mata kemenangan para partai pendukungnya, tapi juga kemenangan demokrasi untuk seluruh warga Jakarta.

"Memang ini bukan kemenangan dua, tiga partai tapi kemenangan Demokrasi seluruh masyarakat Jakarta," kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu merasa bersyukur banyak pihak dari berbagai kalangan yang membantu tim suksesnya untuk memenangkan pasangan Anies-Sandi hingga hari pemilihan pada tanggal 19 April lalu.

Menurut Anies, perjuangan para pendukungnya saat itu mirip dengan perang gerilya yang dilakukan jenderal Sudirman ketika melawan Belanda pada jaman perjuangan lalu. Ketika itu, semua elemen masyarakat menggunakan hak suaranya di bilik suara.

"Sumber daya kita sangat berbeda sekali perjuangannya. Rasanya pada 19 April, ada perang gerilya seperti Jenderal Soedirman," tuturnya.

Ia juga bersyukur bahwa ajang demokrasi terbesar di Jakarta itu berlangsung secara aman dan damai. Dan ujungnya adalah perubahan ke arah yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar