Sabtu, 01 Juli 2017

PEMECATAN KARYWAN MNC MEDIA YANG DI LAKUKAN HT SECARA SEREMPAK !!! HT SUDAH TAMAT ???






PEMECATAN KARYWAN MNC MEDIA YANG DI LAKUKAN HT SECARA SEREMPAK !!! HT SUDAH TAMAT !!! - Bagi para pekerja swasta yang bekerja di sebuah perusahaan, terdapat beberapa momen spesial yang sangat ditunggu oleh mereka, yaitu saat Hari Raya Idul Fitri maupun saat perayaan Natal. Pada saat momen keagamaan tersebut, biasanya para pekerja akan mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya) atau bonus dalam menyambut hari suci keagamaan tersebut.


Tetapi hal yang miris menimpa pada karyawan Koran Sindo di Jawa Timur yang merupakan anak perusahaan pemilik bos media terbesar di Indonesia (MNC Group), Hary Tanoe (HT). Sekitar satu minggu yang lalu, seharusnya menjadi malam bahagia dalam menyambut lebaran bagi kita semua, namun hal ini tidak berlaku bagi wartawan/ karyawan Koran Sindo, termasuk yang ada di Biro Jawa Timur. Disaat gema takbir dimana-mana dan umat islam keesokan hari akan merayakan Idul Fitri, sejumlah karyawan di perusahan milik Harry Tanoe (HT) itu malah mendapatkan kado pahit berupa surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).


Surat PHK dari penerbit Koran Sindo yakni PT Media Nusantara Informasi (PT MNI) tertanggal 22 Juni ternyata dikirim langsung ke alamat karyawan yang bersangkutan dengan menggunakan salah satu jasa ekspedisi. Surat PHK yang pertama tiba di alamat salah seorang wartawan sekitar pukul 14.00 WIB, disusul kemudian surat PHK kepada karyawan yang lain.


Ternyata mereka yang di PHK bukan hanya wartawan, tapi juga karyawan dari divisi lain mulai dari pemasaran, iklan, hingga office boy. Sampai tengah malam tercatat ada 3 wartawan, 1 fotografer dan 10 orang karyawan non redaksi telah menerima surat PHK dari manajemen. (Sumber).


Yang lebih mirisnya lagi, beberapa surat PHK tersebut diterima oleh karyawan Sindo di Jawa Timur dalam situasi yang berbeda, ada yang menerima surat PHK tersebut saat mau mudik, ada yang diberitahukan oleh tetangganya saat karyawan Koran Sindo tersebut dalam perjalanan mudik, bahkan yang sangat menyedihkan adalah ketika sekretaris redaksi Sindo Surabaya membaca surat PHK itu kepada salah seorang karyawan yang sedang berbaring di ruang persalinan karena akan melahirkan anak pertama !!! (Sumber).


Astaghfirullah…


Sungguh teganya media milik HT ini…


Inikah salah satu contoh “teladan” dari media milik HT yang ingin mencalonkan dirinya sebagai Presiden pada Pilpres 2019 yang akan datang karena merasa “mampu” menyelesaikan masalah yang ada di Indonesia ??? (Sumber).


Maaf, penulis ingin mengatakan hal yang simpel saja berikut ini…


Jangan seperti capres tetangga yang TIDAK BECUS mengurus rumah tangga, tetapi malah NGOTOT ingin mengurus negara !!! 😀 😛


Begitu juga Anda…


Ingin maju sebagai Calon Presiden pada tahun 2019 nanti karena merasa “MAMPU” tetapi faktanya TIDAK MAMPU mengurus “kesejahteraan” karyawannya…


Bagaimana mau mensejahterakan rakyat, jika karyawan sendiri tidak mampu disejahterakan ???


Bagaimana mau mensejahterakan rakyat, jika karyawannya sendiri “disengsarakan” dengan memecat mereka secara sepihak ???


Menanggapi pemecatan secara “sepihak”, penulis membaca bahwa ada beberapa orang aktivis jurnalis yang sudah “mengecam” tindakan MNC Group yang memecat puluhan karyawan Koran Sindo dari berbagai biro di daerah.


“Kami mendesak Kementerian Tenaga Kerja untuk turun langsung menangani kasus PHK massal sepihak yang dilakukan MNC Group tersebut,” tulis Ketua Federasi Serikat Pekerja Media Independen, Sasmito melalui siaran pers pada Kamis, 29 Juni 2017. (Sumber).


Penulis merasa kaget ketika mengetahui informasi yang “dimiliki” oleh Pak Sasmito. Karena menurut informasi yang beliau terima, sejumlah kantor biro Koran Sindo di daerah yang akan ditutup itu terjadi di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Medan, Palembang, Manado, dan Makassar sehingga puluhan karyawan termasuk wartawan yang sebelumnya bekerja di biro itu dipecat sepihak seperti yang diberitakan dalam media nasional ini. (Sumber).


Wah, media sebesar MNC Group milik HT akan menutup beberapa kantornya di daerah ???


Lalu bagaimana nasib karyawannya yang dipecat secara sepihak ???


Kenapa jadi seperti ini ya…


Apakah ada yang mulai “panik” karena ada yang sudah mendapatkan status barunya sebagai “tersangka” sehingga membutuhkan banyak “biaya” untuk membantu masalah hukum yang sedang dan akan dihadapinya nanti sehingga harus “memangkas” kantor medianya di beberapa daerah dan memecat karyawannya secara “sepihak” ???

Sumber : Seword.com

sumber: https://tribunmetro99.blogspot.co.id/2017/06/pemecatan-karywan-mnc-media-yang-di.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar