Minggu, 30 Juli 2017

Bagi Rizieq Arab Saudi Adalah Tempat Persembunyian Buronan Paling Aman Didunia



Bagi Rizieq Arab Saudi Tempat Sembunyi Yang Aman Bagi Buronan

Rizieq Syihab adalah buronan pemerintah Indonesia untuk kasus pornografi. Polisi Indonesia sudah menetapkan Rizieq sebagai tersangka serta menerbitkan surat penangkapan.

Zakir Naik merupakan buronan di India. Organisasinya, Islamic Research Foundation (IRF) telah dilarang di India. Pada November 2016 lalu, media India melaporkan bahwa Badan Investigasi Nasional negara itu (NIA) telah melakukan penggerebekan di beberapa properti komersial dan residensial yang dimiliki oleh Dr Zakir.

Meskipun mereka berdua sama-sama menjadi buronan, Rizieq dan Zakir Naik sampai sekarang belum juga ditangkap oleh negaranya masing-masing. Keduanya sama-sama sedang berada di Arab Saudi.
Bagi Rizieq Arab Saudi Tempat Sembunyi Yang Aman Bagi Buronan

Bertemunya Rizieq dan Zakir Naik dalam acara takziyah, menunjukkan bahwa keduanya bisa menghirup udara bebas serta menikmati kehidupan di Arab Saudi tanpa ada tekanan dari pemerintah Arab Saudi. Padahal keduanya adalah buronan negara masing-masing. Menjadi tanda tanya besar mengapa pemerintah Arab Saudi terkesan melindungi keduanya.

Ini bisa menjadi Dugaan, Arab Saudi memang sebuah negara yang aman untuk para buronan sepertui Rizieq dan Zakir Naik. Pemerintah Arab memang sengaja melindungi Rizieq dan Zakir Naik. Memang tidak aneh ketika pemerintah Arab memberikan perlakuan istimewa kepada Zakir Naik dan Rizieq Syihab. Sebelumnya, Raja Salman juga telah memberikan penghargaan kepada Zakir Naik.

Zakir Naik memang terlihat sebagi tokoh muslim yang berhaluan wahabi Arab. Meskipun Zakir Naik tak mengakui dirinya sebagai seorang Wahabi, namun pola pikir dan amaliyahnya hampir mirip dengan wahabi Arab. Cara memahami dalil yang cenderung tekstual juga hampir sama dengan cara memahami dalil orang Wahabi.

Begitu pun dengan Rizieq. Meskipun Rizieq konon bermanhaj serta beramaliyah seperti orang NU, namun gaya amar ma’ruf nahi mungkarnya hampir sama dengan Wahabi Arab yang tidak jarang menggunakan sweeping dan kekerasan. Jika Wahabi Arab tidak segan-segan menghancurkan situs-situs bersejarah Islam, maka Rizieq dan FPI tidak segan-segan memporak-porandakan tempat hiburan yang menurut mereka menjadi sarang maksiyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar