Selasa, 29 Agustus 2017

Kisah Haru Korban First Travel, Diintimidasi hingga Surati Jokowi







Pernah dinobatkan sebagai wanita inspiratif oleh majalah Forbes Indonesia, inilah yang terjadi kini pada bos First Travel, Anniesa Hasibuan. (Foto: Facebook/Bro Irwan Dimensi)

Ribuan anggota jemaah umrah dari Fisrt Travel menjadi korban kasus dugaan penipuan agen perjalanan umrah First Travel. Jemaah berharap uang mereka segera kembali.

Namun, meminta kembali uang tersebut tidak mudah. Seperti dialami jemaah bernama Haris Santoni, yang mengalami intimidasi hingga dipermainkan pihak First Travel.

"Sebelum kasus ini mencuat, kita sudah berusaha meminta refund uang kami. Kebetulan ada banyak jemaah yang minta tolong, percaya sama saya," ujar Haris, Selasa (29/8/2017).

Haris bersama istrinya mendaftar umrah dengan program promo First Travel pada 30 Novel 2016. Haris kemudian mendapat jadwal keberangan pada 1 April 2017 dan 7 Juni 2017.

"Tapi karena udah enggak beres gini, akhirnya saya minta refund," ujar dia.

Di tengah upaya meminta haknya itu, Haris justru mendapat intimidasi dari pihak First Travel. Saat itu dia hampir tiap hari mendatangi kantor pusat agen perjalanan umrah itu sejak awal Juli 2017.

"Hampir setiap hari seminggu tiga kali. Intensnya awal Juli 2017, nanya-nanya. Tapi tetap enggak memuaskan. Terus sampai akhirnya 1 Agustus kita bergerak ke kantor pusat, mempertanyakan hal yang sama. Akhirnya dari legal, memanggil saya ke dalam kantor," ujar dia.

Di dalam kantor tesebut, Haris bukannya mendapat penjelasan dari pihak First Travel. Dia malah mendapat intimidasi dari pihak legal.

"Katanya datanya saya mau diproses yang refund. Setelah data saya kasih enggak lama kepala legal bilang, 'Apa-apaan nih? Ngapain kamu, kamu provokator ya'. Loh, saya kan jemaah, saya enggak terima dong," ungkap dia.

Tak hanya itu, Haris juga dianiaya petugas sekuriti. Bahkan, beberapa petugas pengamanan kantor First Travel mengajaknya duel.

"Mereka ngajak berantem, katanya beraninya sama karyawan cewek saja. Terus saya dipegangin tiga satpam, dan maki-maki saya. Akhirnya ada satpam yang melerai dan saya dikeluarin," ujar dia.

Sebelumnya, Haris yang mewakili ratusan anggota jemaah lain juga merasa dipermainkan pihak First Travel. Berawal saat dia menemui langsung bos First Travel Annisa Hasibuan untuk meminta pemulangan uang pada 15 Juli 2017.

Namun, Haris diarahkan untuk menemui pegawainya sekaligus menyerahkan berkas. Dia pun membuat janji dengan pegawai terkait, tapi pertemuan batal dilakukan.

"Saya disuruh Annisa menemui Ibu Duma. Nah, keesokannya saya hubungi ibu Duma. Awalnya janjian ketemuan di Simatupang, janjian ketemu jam 10.00, tapi sampai jam 12.00 enggak datang. Katanya ketemuannya jangan di kantor, banyak wartawan," ujar Haris.

Pada hari yang sama, pegawai First Travel tersebut akhirnya meminta anggota jemaah asal Depok, Jawa Barat, itu bertemu di Mal Cibubur. Tapi setelah ditunggu hingga sore hari, dia tak kunjung datang.

"Masa dia yang bikin janji di Cibubur Juction, masa enggak tahu tempatnya, kan lucu. Saya tunggu katanya nyasar ke Bogor. Saya telepon lagi katanya nyasar ke Cikeas, ke Alternatif. Akhirnya telepon dikasih ke ajudannya, 'Bilang Ibu ke Kuningan, coba bayangin," tutur Haris.

Sumber:Liputan6.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar