Senin, 25 September 2017

3 Pengakuan Pendiri Nikahsirri.com soal Lelang Perawan



Polisi menangkap Aris Wahyudi pengelola nikahsirri.com




Aris Wahyudi pendiri Partai Ponsel yang juga menyediakan layanan nikah siri online melalui nikahsirri.com ditangkap di rumahnya, Jatiasih Bekasi, Minggu dini hari. Dia digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

"Barang bukti diamankan ada laptop, 4 buah topi berwarna Hitam bertuliskan 'PARTAI PONSEL', 2 buah kaus berwarna putih bertuliskan 'Virgins Wanted', dan 1 buah spanduk hitam bertuliskan 'Deklarasi Partai Ponsel'," kata Kabid Humas Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta, Minggu (24/9/2017).

Menurut polisi, Aris dipastikan akan menyandang status tersangka. Ini lantaran dia yang langsung terlibat dalam situs nikahsirri.com tersebut.

"Iya dapat dipastikan tersangka, kan dia yang buat itu," kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Kombes Pol Adi Derian saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu.

Menurut dia, ada dua pasal disangkakan kepada Aris Wahyudi, yaitu UU ITE dan Pornografi. "Ancaman 6 tahun penjara," tegas Adi.

Saat diamankan di kediamannya di Bekasi pada Minggu dini hari, Aris tengah tertidur. Tak ada perlawanan saat penangkapan bersangkutan.

Sehari sebelum ditangkap atau 23 September 2017, Aris blakblakan terkait program lelang perawan melalui nikahsirri.com itu. Aris Wahyudi mengakui sengaja memfasilitasi lelang keperawanan dan nikah siri dengan cara mudah dan murah.

Apa saja pengakuan dari Aris tersebut? Berikut uraiannya.

1. Beda dengan Pelacuran


Selain sebagai pengelola situs nikahsirri.com, Aris juga dikenal sebagai bos Uberjek, yang kini beroperasi di tiga wilayah, yaitu Karawang, Magelang, dan Bengkulu.

Aris bersikukuh bahwa program nikah siri yang digagasnya itu jauh berbeda dengan pelacuran. Sistem pelacuran, kata dia, nilai yang diberikan oleh pria ditentukan oleh muncikari dan perempuan yang dipilih dipaksa harus melayani.

"Beda. Kalau ini kan antara kedua belah pihak. Kalau mereka menolak, justru nanti rating (peringkat) mereka di situs akan turun," ujar Aris saat berbincang di kediamannya, Sabtu 23 September.

Menurut dia, nikahsirri.com hanya menjadi fasilitator bagi pria maupun wanita yang ingin mencari pasangan.

2. Dapat 20 Persen

Aris juga mengungkapkan, dalam situs nikahsirri.com tersebut, ada dua kategori bagi pengguna akun ini, yaitu mitra (pihak yang akan dipilih) dan klien (pihak yang akan memilih pasangan).

Kategori mitra tidak selalu melekat pada kaum perempuan, tapi bisa juga laki-laki yang ingin mencari pasangan.

Setiap klien diwajibkan minimal membeli satu koin mahar seharga Rp 100 ribu lewat transfer rekening bank milik Aris. Klien lalu menyerahkan bukti pembayaran lewat sosial media WhatsApp ke nomor ponsel Aris.

Secara otomatis, klien akan memperoleh akun dan kata kunci untuk masuk ke situs tersebut. Koin mahar berlaku seumur hidup dan dapat diwariskan serta diperjualbelikan.

Namun, dalam programnya tersebut, Aris tidak menampik pihaknya mengambil keuntungan dalam bisnis nikah siri. Menurut dia, hal yang wajar jika pengelola akun berhak memperoleh 10-20 persen dari nilai mahar yang diberikan klien kepada mitra (peserta nikah siri), karena telah mendirikan akun itu.

"Kalau klien memberikan koin mahar sebanyak 500 (setara Rp 5 juta) ke mitra, kami akan mengambil 20 persen dari nilai mahar. Sementara sisanya 80 persen diserahkan ke pihak mitra," ungkap dia.

Aris meyakini, potongan biaya sebesar 20 persen itu tidak akan memberatkan pihak mitra yang berstatus sebagai peserta lelang. Itu karena, potongan 20 persen dari tiap mahar para mitra akan digunakan untuk biaya operasional admin.

"Sebetulnya kita belum menetapkan besaran biaya, tapi kira-kira 10-20 persen," ujar Aris Wahyudi.

3. Atasi Kemiskinan

Pria yang menyebut dirinya dengan panggilan Arwah itu menerangkan, ide awal membuat situs nikahsirri.com tak lain didasari keprihatinannya pada masalah kemiskinan.

Sebab, menurut Aris, anak gadis yang masih perawan adalah aset penting, terutama bagi keluarga kurang mampu. Karena itulah, dia sengaja membuat situs tersebut sebagai salah satu cara memecahkan masalah kemiskinan di Indonesia.

"Kita ingin membuat program pengentasan kemiskinan dengan konsep kemandirian menggunakan aset yang dimiliki masing-masing keluarga kurang mampu itu," kata Aris di rumahnya, Jatiasih, Bekasi, Sabtu 23 September 2017.

Dia juga meminta agar idenya tersebut didukung. Apalagi, nikahsirri.com terinspirasi dari tradisi masyarakat Jawa di era penjajahan Belanda, yakni buka kelambu yang sejatinya, lelang keperawanan juga.

Ia mencontohkan, tradisi buka kelambu itu dapat dilihat dalam film Sang Penari yang diangkat dari novel karya Ahmad Tohari, Ronggeng Dukung Paruk. "Itu bukti, bahwa sebenarnya memang sudah ada lelang keperawanan dari dahulu," jelas Aris Wahyudi.

Bahkan, praktik lelang keperawanan juga sampai kini masih terus terjadi di Jawa Tengah. Namun, hal itu berlangsung secara lebih tertutup.

"Dari zaman Belanda sampai sekarang, di Jawa Tengah masih sering terjadi. Di Banyumas tepatnya," kata Aris.

Atas dasar itu pula, Aris makin mantap menjalankan niatnya dengan menyediakan nikahsirri.comsekaligus mengangkat kembali budaya masa lalu.

"Sebenernya kami mengangkat kembali budaya Indonesia, yaitu budaya lelang perawan yang istilahnya itu buka kelambu," pungkas Aris.

Keperawanan dan nikah siri online, nikahsirri.com, sebagai tersangka. Dia juga telah ditahan di Mapolda Metro Jaya atas perbuatannya yang meresahkan masyarakat itu.

Melalui situs nikahsirri.com, Aris gencar mempromosikan jasa nikah siri yang dianggap lebih mudah dibanding harus menikah secara legal dan diakui negara. Saat meresmikan situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi menganggap program nikah siri yang digagasnya bertujuan membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan.

Caranya, dengan melelang keperawanan kepada kaum berduit dan nikah siri bagi yang menyandang status janda.

"Bila ada perawan atau janda tetapi miskin yang memerlukan penghasilan hingga ratusan juta rupiah, bisa mengikuti program nikah siri ini," kata dia.

Menurut dia, program nikah siri yang dia buat tidak jauh berbeda dengan kawin kontrak yang jangka waktunya dapat diatur sesuai perjanjian. "Dalam kontraknya nanti bisa diatur waktunya apa hanya 1, 2, 3 hari atau mingguan, atau bisa juga bulanan sesuai kemampuan finansial calon mempelai," kata Aris saat deklarasi yang dilaksanakan di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta.

Berikut 4 Fakta tentang Aris Wahyudi, penjaja bisnis nikah siri:


Tidak Nikah Siri

Meski menjadi pendiri situs nikah siri, Aris Wahyudi ternyata tidak menjalani pernikahan siri. Fakta tersebut disampaikan oleh Ketua RW 10 Perumahan TNI-AU Angkasa Puri, Catur Nurstyadi.

Menurut Catur, Aris hanya memiliki seorang istri bernama Rani dan sudah dikarunia anak. Catur juga memastikan jika Aris menikah secara sah. Hal itu dibuktikan dengan adanya catatan dalam dokumen kependudukan yang diterima sejak pendiri situs tersebut mengontrak rumah pada Juni 2017.

"Dalam foto kopi kartu keluarga yang saya terima, nama Rani tercantum di dalamnya. Dia tidak menikah secara siri," ujar Catur. Sebelumnya, Aris Wahyudi diamankan di kediamannya, Bekasi, Jawa Barat dini hari tadi. Dalam penangkapan itu, Aris tidak melakukan perlawanan.

Gagal Di Pilkada Banyumas

Bagi warga Banyumas, nama Aris Wahyudi mungkin sudah tidak asing lagi. Pasalnya, dia sempat ngetop di Banyumas saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung pertama yang diadakan di kabupaten pada 2008 lalu.Aris Wahyudi menjadi salah satu calon bupati. Bahkan, tak tanggung-tanggung, dia diusung langsung oleh PDI Perjuangan.

Namun sayang, saat Pilkada Banyumas tersebut Aris gagal memenangkan posisi yang diidamkan itu. Saat Pilkada Banyumas 2008 Aris dipasangkan oleh Asroru Maula yang memperoleh suara sebanyak 30.654 suara atau 10,86 persen. Dia saat itu berada di urutan terakhir dari beberapa calon yang memiliki suara terbanyak.

Tidak hanya itu, berdasarkan laporan LHKPN pada 2008, disebutkan pula nilai kekayan calon bupati nomor empat yaitu Aris Wahyudi, senilai Rp 4,4 miliar. Saat itu, dia menempati urutan kedua calon bupati Banyumas yang terkaya.

Diusir Warga

Warga perumahan tempat Aris Wahyudi tinggal rupanya marah besar dengan penyebutan alamat kantor admin situs nikah siri tersebut berada di wilayah itu. Menurut Ketua RW 10 Perumahan TNI-AU Angkasa Puri, Catur Nurstyadi, warga meminta agar Aris segera pergi dari perumahan mereka. Dengan keberadaan situs nikahsirri.com ini, membuat para warga yang tinggal selingkungan dengan Aris, merasa nama baiknya telah tercoreng.

"Kalau dia tidak mau mengubah alamat kantor itu dari lingkungan ini, yah warga minta dia pindah ke daerah lain," ujar Catur.

Catur menambahkan, warga tidak setuju bila kantor nikahsirri.com berada di perumahan tersebut. Warga berharap alamat kantor di situs itu segera dihapus. "Kami tetap tidak setuju apabila ada kantor seperti itu di sini," tambah Catur.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga akan memanggil Aris. Pasalnya, keberadaan situs itu, disebut juga bagian dari bentuk human trafficking gaya lama. Modus membuka layanan lelang keperawanan untuk kawin siri dan kontrak dengan syarat usia 14 tahun ke atas akan berdampak serius bagi perkembangan anak nantinya.

Dianggap Gila oleh Istri

Rani, istri Aris Wahyudi mengatakan, suaminya tersebut terlihat aneh usai kalah dalam Pilkada Kabupaten Banyumas pada 2008 lalu.

"Suami saya sudah gila, dari semenjak dia kalah di pilkada 2008 di Banyumas. Sampai mengeluarkan buku yang ingin bergabung dengan Amerika tahun berapa saya lupa. Yang terakhir dia bikin situs ini," ujar Rani saat ditemui di kediamannya, Perumahan TNI AU Angkasa Puri, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Senin (25/9/2017).

Rani juga mengatakan, ia sama sekali tidak mengetahui situs nikahsirri.com yang dibuat oleh suaminya. Hal tersebut dikarenakan, sang suami tidak pernah membicarakan keberadaan situs itu kepadanya.

"Setiap hari saya bareng suami, kesehariannya dia kadang-kadang gila seperti itu, kadang juga normal. Tapi ya mungkin kegilaannya terlihat saat mengeluarkan buku yang kontroversial dan terakhir ini (situs www.nikahsirri.com)," ujar Rani.

Namun, Rani juga memastikan, bahwa gangguan jiwa terhadap suaminya yang mengaku sebagai lulusan Bidang Elektro University of Essex Inggris itu tidak sampai berujung pada kekerasan rumah tangga, yang dialami istri dan tiga anaknya.

Tes Keperawanan dan Sumpah Pocong

Untuk bergabung dalam progran Nikahsirri.com, Aris Wahyudi mempunyai cara untuk memastikan mitra dan kliennya itu dalam keadaan perjaka atau masih perawan. Untuk memastikan mitra dan kliennya benar-benar perawan, untuk perempuan diminta melakukan tes keperawanan. Sementara untuk laki-laki, diminta melakukan sumpah pocong.

"Kalau perempuan kan bisa di tes medis, tes perawan nanti ada surat dari dokter, nah kalau laki-laki kan sulit, mereka perjaka atau bukan, jadi harus melalui prosedur sumpah pocong," ucap Aris dikutip dari situs Nikahsirri.com.

Sementara untuk mitra atau klien yang beragama nonmuslim, jika ingin mengikuti lelang perawan, nantinya harus pindah agama terlebih dahulu.

Aris menambahkan, sebutan mitra ‎disematkan bagi perawan atau perjaka yang berminat dalam kontes lelang dan fotonya dipampang di situs tersebut. Sementara klien adalah pihak yang berminat menggunakan jasa situsnya untuk mendapatkan perawan atau perjaka melalui mekanisme lelang.
Sumber:Liputan6.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar