Rabu, 04 Oktober 2017

Ini Foto Stephen Paddock, Penyerang Paling Mematikan di Las Vegas


 Ini Foto Stephen Paddock, Penyerang Paling                 Mematikan di Las Vegas                                                                                                   
Stephen Paddock, pelaku penembakan yang paling mematikan di Las Vegas, AS, Minggu (1/9/2017) waktu setempat.


LAS VEGAS, Stephen Paddock, pria bersenjata yang membunuh lebih dari 50 orang dan melukai lebih dari 400 orang dalam serangan di Las Vegas, AS, tinggal di sebuah komunitas para pensiunan di Mesquite, Nevada.

Dia tidak memiliki catatan yang buruk dan namanya tidak pernah masuk dalam berbagai tindak kriminal sehingga tak dikenal polisi, seperti dilaporkan CNN, Senin (2/10/2017) malam.

Sheriff Distrik Clark Joseph Lombardo mengatakan, Paddock adalah pria berkulit putih. Kota Mesquite berjarak 130 kilometer timur laut Las Vegas.

Paddock diduga pernah tinggal di negara bagian California dan Florida.

Polisi menduga serangan itu dilakukan seorang diri dan tidak terkait dengan terorisme atau tidak berafiliasi dengan kelompok terror mana pun di dunia.

Ia telah melakukan penembakan paling mematikan yang menarget massa peserta konser musik country di sebuah ruang terbuka di Route 91 Harvest dan dilakukan dari lantai 32 Hotel Mandalay Bay, Minggu (1/9/2017) malam waktu setempat.

Akibat serangan itu, 58 orang tewas dan sedikitnya 200 orang terluka. CNN menyebutkan, 400 orang terluka dan jumlah korban tewas mungkin saja bertambah karena banyak korban kritis.

Laporan tentang kematiannya masih simpang siur. Ada yang menyebutkan, dia tewas akibat bunuh diri tak lama setelah serangan itu. Laporan lain sebut dia tewas ditembak polisi.

Foto yang dirilis media-media di Amerika menunjukkan wajah asli Paddock, tetapi tidak dijelaskan kapan foto itu diambil. Polisi menyebutkan, ia membeli senjata secara ilegal.

“Sejauh ini, penyidik yakin bahwa senjata api itu dibelinya secara legal,” tulis situs berita CNN.

Kecurigaan tersebut, berdasarkan laporan awal, adalah bahwa salah satu senapan yang digunakan telah diubah agar berfungsi sebagai senjata otomatis, kata pejabat tersebut.

Di antara senjata yang ditemukan sejauh ini adalah berkaliber 0,223 dan berkaliber 30.

Seorang pejabat mengatakan, penyidik belum menemukan hubungan antara Paddock dan kelompok teroris asing lainnya.

Namun, ISIS telah mengeluarkan klaimnya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan mematikan itu.
Sumber:Kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar