Selasa, 03 Oktober 2017

Kekasih Pelaku Penembakan Massal di Las Vegas Diduga Keturunan Indonesia Tak Terlibat



Kekasih Pelaku Penembakan Massal di Las Vegas Diduga Keturunan Indonesia Tak Terlibat






LAS VEGAS, Kekasih tersangka pelaku penembakanmassal di Las Vegas, Amerika Serikat, yang menewaskan lebih dari 50 orang, oleh media di Australia dikatakan memegang paspor Australia dan keturunan Indonesia. Demikian laporan dari BBC Indonesia.

Perempuan tersebut dikatakan bernama Marilou Danely yang berdarah Asia dan memiliki kaitan dengan Stephen Paddock, laki-laki warga lokal berusia 64 tahun yang diduga menjadi pelaku penembakan.

Menurut The Austrilian, Danely memegang paspor Australia dan 'besar kemungkinan keturunan Indonesia'.

Sebelumnya polisi di Las Vegas mengatakan Marilou Danely bepergian bersama pelaku sebelum terjadinya penembakan. Polisi sekarang mencari Danely.

Kepolisian Las Vegas mengatakan Paddock melepaskan tembakan dari lantai 32 Hotel Mandalay Bay, ke arah konser ruang terbuka yang berlangsung di lapangan sekitar.

Sheriff Joe Lombardo dari Kepolisian Las Vegas menyatakan Paddock sudah ditembak mati oleh polisi. Sheriff Lombardo menambahkan, mereka meyakini bahwa penembakan itu merupakan serangan 'lone wolf,' serangan yang dilakukan berdasarkan prakarsa sendiri.

Diyakini pula ia tidak terkait dengan kelompok militan mana pun.

Ratusan orang melarikan diri dari tempat kejadian dan suara berondongan tembakan senjata otomatis yang berkepanjangan terdengar pada video yang beredar di media sosial.
Penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 22:30 (Senin 11:30 WIB).

Saksi mata melaporkan bahwa pria bersenjata itu memberondongkan ratusan tembakan.
Seiring terus berlangsungnya penembakan, sejumlah penerbangan dialihkan dari bandara McCarran, Las Vegas .

Festival musik country digelar di kawasan Las Vegas Strip, Nevada, sejak hari Jumat (29/09).
Nevada termasuk negara bagian di AS yang longgar memberlakukan peraturan tentang senjata api.

Orang-orang dibolehkan membawa senjata api dan tidak diwajibkan mendaftarkan diri sebagai pemilik senjata. Pengecekan latar belakang (semacam rekam jejak) dilakukan ketika orang-orang membeli senjata, namun mereka dibolehkan menjual secara pribadi.

Nevada tidak melarang senjata serbu seperti senjata otomatis maupun semiotomatis dan tak pula menerapkan pembatasan pembelian amunisi.

Media di Australia mengatakan, pacar atau kekasih dari pelaku penembakan di Las Vegas memegang paspor Australia dan keturunan Indonesia. Perempuan tersebut dikatakan bernama Marilou Danely yang berdarah Asia. (Twitter @LVMPD, Official Twitter for the Las Vegas Metropolitan Police Department)


Polisi telah berhasil mengontak Marilou Danley (62), kekasih dari pelaku penembakan massal di Las Vegas,Stephen Paddock (64). Perempuan keturunan Indonesia tersebut pemegang paspor Australia.

Dikutip dari dailymail.co.uk, Danley diyakini sebagai warga negara Australia yang sebelumnya tinggal di Gold Coast, Queensland, Australia, selama lebih dari satu dekade dengan mantan suaminya, seorang pria Australia, yang telah meninggal dunia. Danley kemudian pindah ke Amerika Serikat 20 tahun yang lalu.

Di laman Facebook yang sekarang dihapusnya, ia mengidentifikasi dirinya sebagai ‘Proud Mom & Grandma’, seorang ibu dan nenek yang membanggakan. Danley juga menggambarkan dirinya di halaman LinkedIn sebagai seorang profesional di bidang judi dan kasino yang tinggal di Reno, Nevada.

Di laman media sosial tersebut ia juga menyebut dirinya sebagai mantan 'hostes kelas atas' di Club Paradise, Kasino Atlantis di Reno antara tahun 2010-2013. Danley dan Paddock tinggal bersama di sebuah rumah selama dua tahun di kota kecil Mesquite, 128 km dari Las Vegas, dekat perbatasan negara bagian Arizona.

Sheriff Clark County Joseph Lombardo mengatakan bahwa detektif telah menemukan wanita tersebut, yang digambarkannya sebagai orang Asia. Pada awalnya, Lombardo menggambarkan Danley sebagai orang penting terkait penembakan massal tersebut.

Namun, media melaporkan bahwa polisi pada akhirnya mengonfirmasi Danley berada di luar negeri saat penembakan tersebut terjadi, dan polisi telah memberi klarifikasi bahwa Danley tidak terlibat dalam penembakan tersebut. Polisi kini mengatakan Danley bukan lagi "orang penting" dalam kasus penembakan ini.

Sheriff Joseph Lombardo mengatakan bahwa penyelidik telah berhasil mengontak Danley. Namun tidak disebutkan dengan cara apa polisi mengontak wanita tersebut serta di mana lokasi Danley saat ini. Polisi hanya mengatakan Danley berada di luar AS saat kejadian penembakan dan Danley tak terlibat dalam penembakan tersebut.

"Detektis telah mengontak dia dan kami tak yakin dia terlibat dengan penembakan di Las Vegas," kata polisi Las Vegas seperti dikutip dari CNN. "Dia (Danley) sekarang bukan lagi sebagai orang yang sedang kita cari sebagai orang penting," kata polisi.

Polisi mengatakan, Paddock menggunakan beberapa data dan identifikasi milik Danley pada hari penembakan tersebut sehingga menimbulkan kebingungan dalam pengusutan polisi.

Joseph Lombardo yang awalnya memimpin pencarian terhadap Danley, pada akhirnya mengatakan, "Kami telah berbicara dengan dia dan kami yakin dia, untuk saat ini, tak terlibat dalam penembakan itu. Namun demikian, penyelidikan akan terus dilanjutkan," katanya.


Sumber.Kompas.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar